Feeds:
Pos
Komentar

aku prihatin banget yach.. dengan perlakuan malaysia ..

kasar banget kalo kita bilang jiRAn g punya malu ..

tapi .. mesti gimana lagi coba’ !..

lagu maluku rAsa saYang-sAYangE udah leWWat ,,?

reoG ?? udaH diGanti jd => tari BarongAn ..

nah!! sekarang ??

tari penDet_nY baLi mau di “………” juga !!

padahal kita tau kaLo tari pendet tuGh udH ada sejAk ratusan tahUn menJadi trAdisi buDaya hindu baLi ..

coba kiTa baYangin ,, abiZ ine apa Lg ianK mau di”…………” ????

moGa ajA masaLAh nE cepEt selesai ….

aMinN !!..

peter pan

http://yayanakhyar.files.wordpress.com/2009/01/peterpan-band1.jpg

Peterpan adalah sebuah band beraliran poprock dari Bandung, Indonesia yang sekarang anggotanya tinggal 4. Band ini dibentuk pada tahun 1997 dan terkenal berkat lagu-lagunya “Ada Apa Denganmu”, “Topeng”, dan “Kukatakan Dengan Indah”. Pada awalnya kelompok Peterpan terdiri dari Ariel, Uki, Loekman, Reza, Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.

Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.

Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gazebo dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.[13]

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama “Peterpan”. Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.[14]

Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan ‘taring’nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara “Song Festival” di Korea Selatan.[15] Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.

Sama seperti grup band tenar lain di Indonesia, konser peterpan pun tak lepas dari masalah. Pada tahun 2006, saat konser di stadion Harapan Bangsa Lhongraya Kota Banda Aceh tanggal 22 Februari 2006, sedikitnya 30 orang penonton pingsan, terbanyak diantaranya adalah remaja putri. Tak hanya itu, konser ini pun dinilai melanggar undang-undang Syariat Islam yang telah diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) karena bercampurnya penonton pria dan wanita di dalam lapangan pertunjukan.[16]

Akibat kerusuhan saat konser bukan hanya menimpa penonton, tapi juga anggota band yang tampil. Hal ini terjadi saat peterpan konser di Stadion Bima Cirebon, 11 April 2006. Hujan batu dilemparkan para penonton tak berkarcis di luar Stadion, akibatnya tak hanya belasan penonton dilarikan ke berbagai rumah sakit akibat lemparan batu, tapi juga sang vokalis, Ariel, yang tak luput dari hujan batu tersebut. Ariel terkena lemparan di bagian dada sehingga langsung diamankan ke luar Stadion. Akibat peristiwa itu konser menjadi terhenti di saat peterpan membawakan lagu kelimanya “Mungkin Nanti” sekitar pukul 20.30 WIB.[17]

golden compass

the Golden Compass adalah sebuah film Amerika, yang akan dirilis pada akhir tahun 2007. Film ini didasarkan atas novel karya Philip Pullman Northern Light tahun 2005.

Peluncuran perdana film ini adalah pada tanggal 7 Desember 2007. Skenarionya ditulis oleh Chris Weitz dan Tom Stoppard.

Film ini berkisah tentang Lyra, seorang anak yatim yang tinggal di dunia paralel fantastik di mana kediktatoran dogmatis, Magisterium, terancam mendominasi. Saat temannya diculik, Lyra berjalan ke utara jauh untuk menyelamatkannya. Proyek ini diumumkan pada bulan Februari 2002, menyusul kesuksesan adaptasi terkini epik fantasi, dan sekitar 150 juta dolar diperkirakan menjadi salah satu proyek dengan anggaran biaya terbesar New Line setelah serangkaian kegagalan box office di masa lalu. Pada bulan Oktober 2007, Catholic League menyerukan boikot untuk film ini karena adanya tema anti-Katolik di novel sumbernya.

Pemeran

Tokoh Aktor
Lyra Belacqua Dakota Blue Richards
Mrs. Coulter Nicole Kidman
Lord Asriel Daniel Craig
John Faa Jim Carter
Farder Coram Tom Courtenay
Serafina Pekkala Eva Green
Lee Scoresby Sam Elliott
Roger Parslow Ben Walker
Ma Costa Claire Higgins
Ketua Jordan College Jack Shepherd
Fra Pavel Simon McBurney
Iorek Byrnison (aktor suara) Ian McKellen
Ragnar Sturlusson (aktor suara) Ian McShane
Pantalaimon (aktor suara) Freddie Highmor


olahraga catur

Olimpiade Catur adalah suatu pertandingan catur yang secara resmi diorganisir oleh FIDE sejak 1927 dan berlangsung pada tahun-tahun genap. Sebelum Perang Dunia II acara ini sesekali diadakan setiap tahun. Ada pula serangkaian Olimpiade Catur tak resmi yang berakhir pada 1976. Meskipun catur diliput dalam bagian olahraga di banyak suratkabar di seluruh dunia, ia tidak termasuk ke dalam salah satu olahraga yang diakui dalam Olimpiade. Namun kini FIDE adalah anggota dari Komite Olimpiade Internasional dan mengikuti aturan-aturannya. Ini berarti bahwa suatu hari kelak catur dapat menjadi salah satu mata pertandingan Olimpiade, meskipun kebanyakan pengamat yang mengerti mengatakan hal ini tidak mungkin.

Olimpiade 2008 akan diadakan di Dresden, Jerman, yang mengalahkan calon lain satu-satunya, Tallinn.

Piala untuk pemenang tim perempuan disebut sebagai Piala Vera Menchik. [[Berkas:Fischer Score Card.jpg|left|350px|Kartu skor Bobby Fischer dari permainannya ronde ke-3 melawan Miguel Najdorf dalam Olimpiade Catur 1970. [[Berkas:OdznakaOS.jpg|left|thumb|Lambang Olimpiade Catur ke-6 di Warsawa, 1935]]

https://i0.wp.com/www.kepriportal.com/images/23nov/Chess1.jpg

chris john

Chris John

Chris John

Chris John

Nama asli Yohannes Christian John
Nama julukan The Dragon, The
Indonesian Thin Man
Kelas Kelas bulu
Gelar Juara dunia WBA
Tinggi 171 cm
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Tanggal lahir 14 September 1979 (umur 29)
Tempat lahir Jakarta, Indonesia
Gaya Orthodox
Pelatih Craig Christian
Sasana Harrys Gym, Perth, Australia
Rekor bertanding
Debut 6 April 1998
Total pertandingan 44
Menang 42
Menang KO/TKO 22
Kalah 0
Seri 2
No contests 0

Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John (lahir di Jakarta, 14 September 1979; umur 29 tahun) adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia ketiga yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.

Masa kecil

Chris John merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini. Ia dan keluarganya kemudian hijrah dari Jakarta ke Banjarnegara, Jawa Tengah. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini, sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing, di Semarang.

Awal karir

Chris John kemudian terjun ke dunia tinju profesional pada tahun 1998 dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. Namanya kemudian melesat bagai meteor saat dia berhasil mengkanvaskan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi, dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde. Chris John sempat terkena knockdown dua kali di ronde pertama, tapi dia berhasil membalikkan situasi dengan memukul KO Alfaridzi pada ronde ke-12, sekaligus merebut gelar juara nasional kelas bulu. Menurut pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu, dan dia mengalami pendarahan pada hidung karena tulang hidungnya patah.

Setelah beberapa kali bertanding dalam perebutan gelar nasional, Chris John berhasil menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk merebut gelar PABA kelas bulu.

Kejuaraan dunia

Meraih gelar juara kelas bulu WBA

Kesempatan emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003 di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut, dan dinyatakan berhak menyandang gelar juara dunia WBA sementara (interim title).

Tak lama, WBA “menghibahkan” gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada Chris John, saat sang juara bertahan Derrick Gainer dari Amerika Serikat kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Saat itu, sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez dinyatakan sebagai juara super (super champion) WBA karena berhasil menyatukan dua gelar WBA dan IBF, dan Chris John sebagai juara reguler.

Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang

Meskipun demikian, gelar WBA definitif tersebut hanya dipandang sebelah mata oleh pers Indonesia, dan Chris John dianggap sebagai juara di atas kertas belaka. Namun semua pandangan miring itu terhapus saat dengan perkasa Chris John mengalahkan lawannya Osamu Sato (Jepang) di Ariake Colliseum, Tokyo, Jepang, pada 4 Juni 2004. Chris John menang angka mutlak atas lawannya yang didukung oleh suporter tuan rumah. Dengan kemenangan itu, selain mendapat pengakuan di Indonesia, Chris John juga menjadi sangat populer di Jepang. Saat turun dari tangga pesawat, seluruh pilot dan awak pesawat Garuda Indonesia memberi hormat ala militer kepada Chris John dan tim.

Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama

Pada 3 Desember 2004, Chris John berhasil mempertahankan gelar melawan petinju kidal Jose Cheo Rojas (Venezuela) di Tenggarong, Kutai Kartanegara melalui pertarungan berdarah akibat benturan kepala pada ronde 4. Pertarungan itu dihentikan oleh wasit dan dinyatakan hasilnya seri atau technical draw.

Sayang, setelah pertandingan ini, Chris John terpaksa harus memutuskan kontrak dengan pelatih Sutan Rambing karena ketidaksepakatan masalah pembagian hasil pertandingan. Selanjutnya, Chris John dilatih oleh Craig Christian dari Harry’s Gym, Perth Australia. Berbulan-bulan pertikaian Chris John dan Sutan Rambing terus berlanjut dan semakin memanas serta sempat berlanjut ke meja hijau, namun akhirnya masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Menang melawan Derrick Gainer

Chris John vs. Derrick Gainer, langkah penting Chris John ke pentas dunia

22 April 2005, Chris John wajib meladeni sang mantan jawara kelas bulu WBA, Derrick Gainer dari AS, yang sangat berambisi merampas kembali gelarnya yang hilang. Di tengah pesimisme publik tinju di tanah air karena ini adalah debut Chris John setelah ditangani tim pelatih baru, Chris John mampu tampil luar biasa, dan berhasil mempecundangi sang mantan juara tersebut lewat kemenangan angka mutlak 12 ronde, walaupun Chris John sempat terjatuh (knockdown) di ronde 1 akibat pukulan Gainer yang cepat.

[sunting] Menang melawan Tommy Browne di Australia

7 Agustus 2005, Chris John menang TKO ronde 10 melawan Tommy Browne di Penrith, Australia. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut menyarankan kubu Browne agar menyerah, karena melihat pertandingan sudah tidak seimbang. Kubu Browne menerima saran wasit itu, dan Chris John dinyatakan menang TKO ronde 10.

Menang melawan Juan Manuel Marquez

Juan Manuel Marquez, lawan terberat Chris John

Setelah kemenangan mudah di Australia, kali ini Chris John harus bertanding melawan mantan raja kelas bulu WBA dan IBF yang sangat ditakuti karena ketajaman pukulannya, yakni Juan Manuel Marquez dari Meksiko. Walau berstatus mantann juara, namun Marquez masih dinyatakan sebagai petinju kelas bulu terkuat saat itu.

Lewat negosiasi yang alot, akhirnya Marquez yang merupakan salah satu petinju terbaik Meksiko (dan dunia) saat itu, bersedia meladeni Chris John di Indonesia. Promotor Muhammad Arsyad memboyong hak pertandingan Chris John vs JM Marquez ke Tenggarong, Kalimantan Timur.

Dalam pertandingan yang sangat menarik dan penuh dengan adu teknik dan skill tingkat tinggi, Chris John akhirnya mampu menundukkan petinju dari Meksiko yang dikenal dengan pukulan kerasnya tersebut dengan kemenangan angka mutlak. Pukulan satu dua Chris John berhasil mendarat lebih cepat dari sergapan buas Marquez. Menjelang pertandingan melawan Marquez ini, Chris John memproklamirkan julukan barunya sebagai “The Dragon” alias “Sang Naga” menggantikan julukan lamanya “The Indonesian Thin Man”, karena sebagai pemuda keturunan Tionghoa, Chris John mempercayai bahwa binatang naga selalu membawa keberuntungan dalam hidup.

Kemenangan atas Marquez dinilai sebagai kemenangan terbesar Sang Naga. Tidak hanya karena kekuatan pukulan Marquez yang sangat terkenal, tapi juga prestasi Marquez yang saat itu disebut-sebut sebagai petinju No. 1 di kelas bulu. Bahkan, setelah kalah dari Chris John, Marquez naik kelas dan menjadi juara di kelas ringan yunior.

Menang melawan Renan Acosta

Pada 9 September 2006, Chris John berhadapan dengan lawan yang relatif ringan, Renan Acosta dari Panama, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Chris John memenangi hampir di semua ronde, namun dia gagal memukul KO lawannya tersebut, sehingga dia dinyatakan menang angka mutlak dengan penilaian hakim hampir seluruh ronde dimenangi oleh Chris John.

Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua

Chris John vs. Jose Cheo Rojas II

Pada tanggal 3 Maret 2007 Sang Naga berhasil menuntaskan rasa penasarannya atas satu-satunya lawan yang berhasil menahan seri, yakni Jose Cheo Rojas. Dalam suatu pertandingan seru, Chris John berhasil menang angka mutlak atas Rojas di Stadion Tenis Indoor, Jakarta. Sempat terjadi kekisruhan mengenai keterlambatan pembayaran honor dari promotor Albert Reinhard Papilaya, namun semua masalah akhirnya bisa diselesaikan dengan baik.

Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang

Chris John (kanan) vs. Zaiki Takemoto

Tanggal 19 Agustus 2007 Chris John kembali mempertahankan gelarnya. Bertanding di Kobe Fashion Mart, Pulau Rokko, Kobe, Jepang Chris John tidak menemukan kesulitan berarti untuk mengalahkan penantangnya, Zaiki Takemoto dengan TKO di ronde kesepuluh, setelah sebelumnya Takemoto terkena knockdown dua kali, pada ronde 6 dan 8. Kubu Takemoto yang sudah berhitung bahwa Takemoto tidak akan mampu mengalahkan Chris John, akhirnya memutuskan Takemoto menyerah pada saat jeda istirahat menjelang ronde 10 dimulai. Zaiki Takemoto adalah penantang peringkat 8 kelas bulu WBA, yang merupakan petinju keturunan Korea kelahiran Kobe. Tak kurang 300 pendukung dari Indonesia yang terdiri dari para pelajar dan karyawan di Jepang, termasuk Menpora Adhyaksa Dault hadir di arena pertandingan untuk memberikan dukungan moril kepada Chris John.

Sukses mempertahankan gelar untuk kedelapan kalinya dan kali ini di luar negeri, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Chris John ke Istana Negara bersama empat pemain bulutangkis yang memenangi kejuaraan dunia di Malaysia pada waktu yang hampir bersamaan. Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono memberikan hormat ala militer kepada Chris John sebagai apresiasi pribadi yang tinggi atas keberhasilannya mempertahankan gelar. Presiden juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi Chris John.

Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia

26 Januari 2008: Pertandingan wajib melawan peringkat 1 Roinet Caballero dari Panama. Pertandingan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Indonesia. Pertandingan dipromotori oleh Zaenal Thayeb bekerjasama dengan tim manajemen Chris John, dan disiarkan langsung oleh RCTI yang direlay langsung oleh TV4 Panama. Pertandingan dimenangkan oleh Chris John dengan TKO di ronde ketujuh. Dengan kemenangan ini, Chris John sudah mempertahankan gelar sebanyak 9 kali, dan 4 di antaranya adalah pertarungan wajib.

Menang melawan Hiroyuki Enoki

Setelah beberapa kali batal mempertahankan gelar melawan Jackson Asiku dari Uganda di Australia dan Indonesia serta Michael Lozada di Meksiko, Chris John akhirnya bertanding mempertahankan gelar kesepuluh kalinya di Tokyo, Jepang, melawan petinju kelahiran Akita, Jepang Utara, Hiroyuki Enoki, 24 Oktober 2008.

Chris John untuk ke-10 kalinya berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA. Melawan Hiroyuki Enoki di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, Jumat (24/10), petinju kebanggaan Indonesia itu menang angka setelah melewati pertarungan berdarah sepanjang 12 ronde. Chris John tampil dengan berani, meladeni pertarungan jarak rapat dan saling bertukar pukulan. Akibat pertandingan ini, Chris John menderita luka di bawah mata kiri dan atas mata kanan, sehingga harus menjalani operasi kecil di RS MMC, Jakarta, dan mendapatkan sekitar 70 jahitan. Enoki sendiri mengalami pembengkakan mata kiri sejak ronde 4, dan praktis mata kirinya tertutup oleh bengkak tersebut. Menurut Chris John, Enoki adalah petinju Jepang yang paling kuat dia pernah hadapi, dan dapat disetarakan dengan Juan Manuel Marquez, lawan terberat yang pernah dihadapi Chris John sebelumnya.

Seri melawan Ricardo Rocky Juarez

Dalam pertandingan pada tanggal 28 Februari 2009 di Houston, Texas, AS untuk mempertahankan gelar melawan petinju tuan rumah Ricardo Rocky Juarez, Chris John meraih hasil seri setelah ketiga juri sama-sama memberikan hasil 114-114.

Pertandingan berikut: tanding ulang melawan Ricardo Rocky Juarez

Karena merasa dicurangi atas hasil seri pertandingan pertama di Houston, Texas, asal Juarez, kubu CJ minta pertandingan ulang diadakan di Los Angeles, California. Pihak promotor akhirnya bersedia memindahkan pertarungan ulang ke California, dijadwalkan pada 26 Juni 2009.

Keluarga

Chris John menikah dengan Anna Maria Megawati, mantan atlet wushu, pada tahun 2005, dan telah dikaruniai dua orang putri bernama Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani.

Selain atlet tinju, Chris John juga sempat dikenal sebagai atlet nasional wushu. Keberhasilan Chris di dunia tinju, membawanya ke profesi sampingan, antara lain bintang iklan untuk berbagai produk dan komentator tinju di televisi.

Karier di luar ring

Sebagai bintang iklan

  • Extra Joss – (Minuman berenergi) – TV dan non TV (kontrak sudah selesai)
  • Kuku Bima Ener-G – (Minuman berenergi) – TV dan non TV
  • Iklan Kampanye anti HIV – TV
  • Fire Power – zat aditif untuk kendaraan (perusahaan Australia) – non TV

Lain-lain

  • Selain petinju, Chris John adalah seorang atlet wushu yang berprestasi, di antaranya merebut medali emas kelas 52 kg SEA Games di Jakarta 1997, serta medali perunggu kelas yang sama pada SEA Games di Kualalumpur 2001.
  • Sebagai motivator untuk para karyawan dan agen asuransi Prudential
  • Bekerjasama dengan designer Samuel Wattimena yang senantiasa menyediakan pakaian sehari-hari untuk Chris John.
  • Bekerjasama dengan pakar motivasi Andrie Wongso
  • Sebagai pembicara di beberapa seminar maupun talkshow di televisi dan radio

Kutipan

  • Orang hanya mengenal saya seperti sekarang ini; sukses, terkenal, dan memiliki banyak uang. Tapi kebanyakan dari mereka tidak tahu bagaimana saya berjuang, sejak kecil digembleng ayah saya berlatih tinju dan saya hampir tidak mempunyai waktu bermain seperti anak sebaya saya.”
  • Saat debut tinju dalam kejuaraan tinju amatir di Banjarnegara, saya begitu grogi, sehingga saat memukul, saya memejamkan mata sambil memukul, dan rupanya banyak yang kena, sehingga saya dinyatakan menang angka.”
  • “Biarlah orang lain menganggap gelar juara saya sekedar juara di atas kertas (paper champion) dll, tapi saya akan buktikan bahwa saya bukan seorang paper champion.”

vidi aldiano

Vidi Oxavia Aldiano :  Laki-Laki Islam Jakarta, 29 Maret 1980

Vidi Aldiano Sekolah : Universitas Pelita Harapan Jurusan Teknik Elektro, angkatan 2008

Hobby : Komputer, Fotografi, Gadget

Artist Idola : Craig David, Jason Mraz

Berat Badan : 65 kg

Tinggi Badan : 178 cm

Biografi : Oxavia Aldiano adalah penyanyi pendatang baru di jagad musik Indonesia. Kehadirannya di panggung musik Indonesia turut meramaikan jajaran penyanyi solo pria. Penyanyi kelahiran Jakarta, 29 Maret 1980 ini telah mengenal musik sedari kecil. Maklum saja, orang tuanya adalah mantan pengisi acara musik di TVRI. Vidi, demikian ia biasa dipanggil, bahkan telah belajar bermain piano sejak usia 3 tahun. Ketika remaja, mahasiswa Universitas Pelita Harapan jurusan Teknik Elektro ini jatuh hati pada alat musik biola. Bersama band-nya, Vidi telah memiliki pengalaman yang cukup untuk dapat diperhitungkan, yakni tampil di Java Jazz 2005. Pada bulan November 2008, Vidi meluncurkan debut album perdana dengan titel PELANGI DI MALAM HARI dengan single jagoan Nuansa Bening. Salah satu ritual unik yang dilakoni Vidi sebelum manggung adalah mesti ke toilet terlebih dahulu dan melakukan relaksasi.